Saat Terbaik Mengunjungi Sydney – Australia

Biasanya, ketika hendak membuat rencana jalan-jalan ke suatu tempat di negara 4 musim, pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya adalah “When is the best time to visit this place?” Dan biasanya lagi, saya selalu mendatangi Uncle Google “asking for help”, meminta beliau memberikan jawabannya. Nah, buat Anda yang berencana jalan2 ke Sydney, mungkin pertanyaan yang sama juga akan terlintas di benak Anda. “Bagaimana dengan Sydney? When is the best time to visit Sydney?” Mudah2an dengan pengalaman saya selama 4 tahun tinggal di kota ini, dapat menjadi referensi Uncle Google bila kelak mendapatkan pertanyaan yang sama.

Sebagai jawabannya, yuk kita simak dulu ulasan mengenai kota Sydney dari musim ke musim.


Senja Musim Dingin di Sydney Opera House

*****

Kalau kita lihat di peta dunia, kota Sydney berada di sisi selatan bumi atau lebih tepatnya persis di bawahnya Indonesia. Memiliki 4 musim, yaitu winter, spring, summer, dan autumn, dengan musim panas yang hangat dan musim dingin yang tak terlalu dingin *thanks God*. Karena lokasinya yang di selatan bumi, tidak heran bila musim2nya juga berkebalikan dengan musim2 di negara Eropa dan Amerika yang terletak di sisi utara bumi. Winter di Sydney, berarti summer di Paris, dan sebaliknya :-).

*****

1. Musim Dingin (Winter): Juni – Agustus
****************************************
Ketika artikel ini ditulis, Sydney lagi berada di tengah2 musim dingin (Juli 2012). Buat saya yang kebetulan juga pernah merasakan dinginnya Eropa, dinginnya Sydney di saat winter, tidak ada apa2nya dibandingkan winternya Eropa. Boleh dibilang, dinginnya musim dingin di Sydney setara dengan dinginnya pertengahan musim gugur di Eropa. Fakta lainnya, tidak seperti di Eropa yang selalu bersalju, kita tidak akan pernah menjumpai salju di kota Sydney ketika musim dingin tiba. Karena memang, salju tidak pernah turun di kota cantik ini sejak berpuluh2 tahun yang lalu.

Kalo begitu, apa menariknya Sydney di musim dingin? Hmmm…. Buat saya, yang paling menarik adalah ketika saya berjalan kaki menyusuri taman2 kota atau jalan2 di dekat rumah saya dengan pemandangan pohon2 kering tanpa daun, tanpa bunga, namun tetap kokoh gagah berdiri menjulang langit. Pohon2 kering yang tinggal ranting dan batangnya saja memang tidak bisa saya temui di tanah kelahiran saya Indonesia sana. Tidak hanya satu, banyak pula, berderet2 teratur di sepanjang jalan dan taman kota.

Trus, yang bisa dilakukan selama musim dingin? Sebenarnya ada banyaaaak winter festival yang diselenggarakan di Sydney dan sekitarnya. Umumnya gratis. Untuk list lengkap festival2 yang ada bisa dilihat di link berikut ini. Namun yang cukup berkesan dan saya rekomendasikan adalah: (1) Sydney Vivid Festival; dan (2) Sydney Winter Festival.

Vivid festival adalah Festival of Light, Music & Ideas. Festival ini biasanya berlangsung di bulan Juni. Ulasan lengkap mengenai festival ini dapat dilihat di artikel lainnya. Dan bagi yang penasaran dengan “sekilas penampakannya”, silakan tanya Uncle Google dan lihat foto2nya di sana. Kalau Sydney Winter Festival biasanya berlangsung di bulan Juli. Beragam acara bertemakan winter dikemas menarik dalam festival ini, misalnya ice skating, disney on ice untuk anak2, christmas in July, dsbnya. Festival ini berlokasi di alam terbuka. Dan untuk tahun 2012 ini, Winter Festival diselenggarakan di Bondi Beach, pantai yang paling populer di Sydney. Ulasan lengkapnya juga dapat dilihat di blog ini.

Selain kedua festival tadi, bila Anda senang bermain salju atau ingin ber-ski ria, ada 2 buah ski resort sangat terkenal yang terletak di selatan Sydney. Kira2 dengan menyetir mobil selama 6 jam di highway bebas hambatan, Anda dapat bermain salju dan merasakan snow experience di Perisher Blue Resort, Thredbo Resort, dan Jindabyne area. Syukur2 di tengah jalan Anda bertemu Mr. Kangguru atau Ms. Koala yang merupakan dua spesies khas benua Australia.

Selain itu, jangan dibayangkan kalau winter di Sydney akan selalu tertutup langit gelap, awan tebal, tak ada matahari, dingin, dsbnya. Kenapa? Karena winter di Sydney sangat berbeda. Di sini, ketika winter, hampir tak ada bedanya dengan summer, kecuali suhunya yang drop dan siangnya yang sangat singkat (matahari muncul jam 7 pagi, dan tenggelam jam 4.30 sore). Kalau matahari, hampir tiap hari kita bisa bertemu matahari, melihatnya bersinar dengan teriknya, terang, cerah lengkap dengan langit birunya. Sehingga bila sekedar ingin berjalan2 di kota Sydney dan sekitarnya, tetap bisa dilakukan sama halnya seperti di musim2 lainnya. Tapi, jangan lupa bawa jaketnya.

2. Musim Semi (Spring): September – November
**********************************************
“Musim Semi adalah Musim Berbunga”
Di kala musim semi, pohon2 berbunga2, indah berwarna warni. Pohon2 yang tadinya kering hanya tinggal ranting dan batang tanpa daun, tiba2 menjadi penuh dengan bunga *tetep, tanpa daun*. Coba Anda bayangkan melihat pohon2 penuh dengan bunga warna-warni, tanpa daun sama sekali. Bagus banget bukan? Ya, itulah pemandangan sehari2 yang bisa kita lihat dikala musim semi. Eits! Tak hanya pohon saja yang berbunga. Beraneka jenis tanaman juga ikut berbunga di musim semi. Bahkan hati kita pun ikut berbunga dibuatnya. *Serius lo*

Nah, dengan cuaca yang lebih hangat dibandingkan musim dingin, tentu jalan kaki menyusuri kota Sydney dan taman2nya terasa lebih nyaman untuk dilakukan. Plus plus nya dengan pemandangan pohon2 berbunga aneka warna. Pokoknya jadi berasa romantis banget deh nih kota. Hehehe…..

Nah, festival yang paling ditunggu2 di musim semi adalah “Floriade Festival”, yang berlokasi di kota Canberra, ibukotanya Australia. Floriade Festival ini menampilkan bunga2 aneka jenis dan warna, yang biasanya didominasi oleh bunga Tulip, sehingga tak jarang festival ini juga dikenal sebagai Tulip Festival. Dari Floriade festival, kita juga bisa berkunjung ke “Cockington Green Garden”, yaitu sebuah taman indah nan luas yang memamerkan miniatur bangunan2 bersejarah dan indah dunia. Bila datang di musim semi, keindahan tempat ini akan makin berwarna dengan pohon2 yang berbunga. Ulasan mengenai Floriade Festival dan Cockington Green Garden juga available di blog ini.

Canberra bisa ditempuh dengan 3.5 jam driving ke arah selatan Sydney. Pemandangan selama perjalanan juga cukup enak untuk dinikmati, hijau dengan bukit2 yang memukau. Sekali2 kita akan melihat daerah peternakan di pinggir jalan, dimana kuda2, sapi2, atau beri2 sedang merumput menikmat indahnya terik mentari. Rute tempuhnya juga gampang banget, tinggal menyusuri highway dan kemudian pilih exit Canberra, sampai deh kita di kota Canberra. Yang perlu diingat, ketika telah sampai di Canberra, harap lebih berhati2 dalam berkendaraan. Kenapa? Karena ada banyak (banget) safety camera yang terpasang di jalan2 di sana, yang siap membidik kita ketika kita ngebut melebihi batas kecepatan yang ditetapkan (speeding) atau menerobos lampu merah ketika lagi buru2.


Sebuah Kapal Pesiar Mewah sedang Melintasi Teluk Sydney

3. Musim Panas (Summer): Desember – Februari
**********************************************
Musim panas di Sydney biasanya tak terlalu menyegat. Hanya di 1 atau 2 hari puncaknya saja (biasanya akhir Januari), kita akan dibuat sangat kegerahan. Apalagi bila disertai dengan “udara panas” atau “heat wave”. Bisa2 muka serasa terbakar ditiup angin api *tapi ini sangat jarang terjadi* Oleh sebab itu, ketika puncaknya musim panas, sebaiknya hindari berjalan2 tanpa penutup kepala. Gunakan topi dan pastikan Anda mengoleskan sunscreen ke bagian2 tubuh yang tidak tertutup pakaian, seperti muka dan tangan.

Bagaimana dengan activitiesnya? Well, ada banyak hal yang bisa dilakukan di musim panas. Menjelajah dan berenang dari pantai ke pantai di Sydney dan sekitarnya adalah pilihan terbaik dan merupakan atraksi favorit warga Sydney. Yang senang surfing, juga saatnya belajar dan menyalurkan hobinya di pantai2 di sini. Ada banyak sekali pantai2 bagus di Sydney. 3 yang paling ngetop (internationally recognized) adalah: Bondi Beach, Manly Beach, dan Coogee Beach. Jadi pastikan untuk mengunjungi at least 3 pantai ini ketika Anda berkunjung ke Sydney.

Pantai2 yang bersahabat untuk anak2 (ombaknya tenang, airnya jernih tak beriak, pantainya dangkal, dsbnya) di antaranya: Narrabeen Beach, Malabar Beach, Bronte Beach, Manly Beach, Palm Beach, dll. Jangan lupa menyiapkan “body boarding” untuk anak2 dan seluruh keluarga, supaya acara bermain ombaknya menjadi lebih seru.

Yang juga tak kalah menarik untuk dilakukan di musim panas ini adalah melihat “Sydney New Year’s Eve fireworks“, yaitu pesta kembang api perayaan tahun baru di Sydney. Festival kembang api ini diselenggarakan di tempat paling populer di Sydney, yaitu Sydney Opera House dan Harbour Bridge, yang juga merupakan maskotnya Australia. Kabarnya, festival kembang api di Sydney, termasuk salah satu yang terbagus dan terbesar di dunia. Sehingga tak heran bila atraksi ini juga menarik minat turis2 mancanegara, seperti Cina, Swedia, Jepang, Prancis, dll. *Ketika antri memasuki tempat menonton pesta kembang api, saya memperkenalkan diri sebagai turis dari Indonesia. Biar nggak kalah keren. Hehehe*

Selain itu, bebeberpa pawai seperti “Christmas Parade” dan “Mardi Grass (pawainya kaum homoseksual di Sydney) juga diselenggarakan di musim panas, tepatnya di bulan Januari. Dan hari diskon terbesar dan gila2an yang terkenal itu (Boxing Day) juga berlangsung di musim panas, tepatnya pada tanggal 26 Desember setiap tahunnya.

4. Musim Gugur (Autumn): Maret – Mei
**************************************
Bila di musim dingin kita disuguhkan dengan pemandangan pohon2 kering tak berdaun tak berbunga yang menjulang kokoh ke angkasa, di musim semi kita melihatnya penuh dengan bunga walau tetap tak berdaun, dan di musim panas bunga2 tersebut berguguran diganti dengan daun2 yang rimbun berwarna hijau, NAH kalau di musim gugur, daun2 yang tadinya hijau di musim panas, akan berubah menjadi beraneka macam warna, dan kemudian gugur satu per satu diterbangkan angin. Jadi sudah bisa ditebak, indahnya musim gugur adalah menyaksikan pemandangan pohon2 dengan daun2nya yang berwarna-warni (ada yang kuning, merah tua, coklat, dll), yang terbang berguguran di tiup angin, menumpuk membentuk “autum leaves carpet” yang berwarna-warni pula. Indaaaah banget.

Bagi yang ingin merasakan “pengalaman autumn” yang lebih spektakuler, Anda bisa mengunjungi beberapa taman nasional di seputaran Sydney, misalnya: Mt. Wilson and Mt. Irvine di daerah Blue Mountain, Robertson, dan Mt. Tomah. Atau cukup dengan berjalan2 saja ke Sydney Botanical Garden dan Hyde Park yang terletak persis di sampingnya Opera House, Anda juga sudah bisa merasakan pengalaman autumn yang luar biasa.

So, bagaimana? Sudah terjawabkah pertanyaan kita di atas? “When is the best time to visit Sydney?” Hmm……. Mungkin tiap2 kita punya jawaban yang berbeda. Yang suka pesonanya musim gugur, mungkin akan bilang “Autumn dong”. Yang suka berbunga2 tentunya lebih memilih spring. Yang suka pantai tentu pilihnya summer. Dan yang suka travelling dengan biaya murah, mungkin akan pilih winter. *I tell you: tiket ke Sydney di musim dingin jauuuuuh lebih murah dibandingkan musim2 lainnya. Tiket termahal ke Sydney adalah di musim panas*

Nah, kalau untuk saya pribadi yang lahir dan dibesarkan di sebuah negara tropis di daerah khatulistiwa, saya tetap lebih memilih jalan2 dikala hangat dibandingkan disaat dingin. Mendingan berkeringat daripada kedinginan. So, jadilah pilihan pertama saya adalah: Spring *as the best time to visit Sydney*, diikuti oleh Summer, Autumn, dan terakhir Winter. Bagaimana dengan Anda?


Bye Bye Sydney Harbour :-(

Cheers,
~MAIRIZA~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: