Australia Driving Licence


NSW Full License
Source: the Daily Telegraph
http://www.dailytelegraph.com.au/news/sydney-nsw/private-school-teachers-in-denial-about-fake-ids-says-ted-noffs-foundation/story-e6freuzi-1225874211314

Mau cerita tentang pengalaman ngambil driver license Australia ach… Lumayan berkesan soalnya, deg2an banget karena walaupun sudah 8 tahun menyetir mobil sendiri, namun itu masih pakai driver license Indo yang untuk mendapatkannya pun tidak perlu ikut test sama sekali. Hehehe… You know lah ;)

Well… Sebenarnya, aturan driver license di Australia ini sangat jelas dan tidak ribet. Namun, karena di sini driver license itu bertingkat levelnya dan untuk naik tingkat ada ujian komputer dan/atau ujian praktek nya masing2, jadi lumayan berat juga buat saya yang sebenarnya sudah “biasa” nyetir dan malas banget ikut test kenaikan tingkat setiap saat itu *belagu nggak yach?* Hehe. Bukannya apa2. Coba bayangin, lulus test komputer pertama dan eyesight test, akan dapat “L” atau learner license, lalu test lagi, baru lanjut ke “Red P” license, lalu ujian lagi untuk dapat “Green P”, dan terakhir ujian lagi untuk dapat “Full License”. Udah gitu, untuk setiap ujian, jaraaaang sekali bisa ditembus hanya dalam satu kali tes saja. Ikut tes menyetir hingga 7 atau 10 kali tapi tetap masih belum lulus juga, adalah hal yang biasa di sini. So, capek kan?

Beruntungnya, di sini ada policy untuk “convert overseas driver license”, yang memungkinkan orang2 dengan non-Australia driver license untuk mendapatkan Australia driver license (tepatnya NSW driver license, karena saya bermukim di kota Sydney, state of New South Wales) hanya dengan test tertentu tanpa perlu naik tingkat plus ujian yang naudzubillaah banyaknya itu. Cuma syarat utamanya, SIM overseasnya sudah berumur 3 tahun atau lebih dan masih valid.
Bagaimana mekanismenya?

  1. Pertama sekali, karena Indonesia driver license saya tidak tertulis dalam bahasa Inggris, maka saya perlu datang ke kantor: “NSW Community Relations Commission for a Multicultural NSW” untuk mendapatkan terjemahan resmi license saya. Nah, di sini saya mesti bayar $93 untuk terjemahannya karena saya ingin cepat2 dapat terjemahannya (7 working days). Yang paling murah bayarannya adalah $75 namun baru dapat terjemahannya setelah 14 hari kerja.
  2. Setelah official translation ada di tangan, lalu saya datang ke kantor RTA(Roads & Traffic Authority) dengan membawa: (1) Original Indonesian driver license plus official translation dari step 1 tadi; (2) Passport saya; (3) Bukti alamat, bisa pakai surat tagihan listrik yang dikirim ke alamat tempat tinggal. FYI, RTA adalah sebuah institusi pemerintaha yang bertanggung jawab untuk masalah infrastruktur jalan, driver license, dan registrasi kendaraan bermotor.
  3. Di kantor RTA, saya diminta mengisi formulir yang sebenarnya formulir ini bisa didownload secara online dari websitenya RTA, lalu dikembalikan ke petugasnya begitu formulir telah lengkap diisi.
  4. Selanjutnya, setelah urusan formulir beres, lalu saya diminta mengikuti ujian “eyesight test”. Test nya sama persis ketika saya periksa mata untuk medical check up atau periksa mata untuk ambil kaca mata, yaitu mereka meminta saya menyebutkan satu per satu huruf/angka yang ada di board dengan jarak sedemikian rupa dengan ukuran yang bervariasi pula.
  5. Lulus test tersebut, lalu saya diminta untuk ujian komputer, tepatnya “Driving Knowledge Test” atau DKT. Saya diberikan 45 pertanyaan mengenai pengetahuan mengemudi, aturan2 mengemudi, rambu2 lalu lintas, dsbnya. Dari 45 pertanyaan itu, 15 pertanyaan pertama adalah tentang pengetahuan umum mengemudi, dan 30 sisanya adalah tentang road safety termasuk rambu2 lalu lintas di dalamnya. Nah, bila ingin lulus tes DKT ini, dari 15 pertanyaan tentang driving general knowledge, minimal 12 nya harus benar. Dan dari 30 pertanyaan tentang road safety dan traffic signs, minimal 29 nya harus benar (cuma boleh salah 1 :( ). Alhamdulillah saya tak perlu ujian ulang, walaupun nervous banget tuh. Thanks buat monitor touchscreennya yang keren ;)
  6. Setelah itu, saya difoto di sana, membayar $39 untuk test DKTnya dan $22 untuk L licensenya, lalu jadilah SIM “L” saya alias learner license. Nah, berhubung saya “mengconvert overseas license saya”, maka di sini saya bisa memotong jalur dengan tidak perlu ikut test macam2 untuk naik ke red P, green P, dsbnya itu. Jadi begitu saya dapat “L” license, customer service RTA nya akan langsung membook driving test untuk saya. Setelah cocok harinya & jamnya, dan membayar sejumlah uang untuk L license, dan driving test nya, lalu saya dibolehkan pulang untuk kembali lagi pada hari H yang telah dibook untuk ujian menyetir.
  7. Begitu hari H datang, dengan dag dig dug, saya kembali ke RTA dengan mobil sendiri yang telah diberi plat L kuning menyala di depan dan belakang body mobil. Begitu sampai giliran saya, seorang petugas RTA meminta saya masuk ke mobil, lalu dia mengecek satu persatu memastikan bahwa semua lampu mobil berfungsi baik dan di pengendara paham dengan lampu2 itu. Setelah dia mengecek ban dan body mobil kiri kanan depan belakang, dan semuanya layak jalan, barulah dia meminta saya menjalankan mobilnya.
  8. Lamanya driving test adalah 45 menit. Jadi selama 45 menit itu, saya diajak muter2 oleh si petugas. Nah, dari sekian banyak skill yang dites dalam mengemudi, ada 2 skill yang pasti di test: (1) berhenti di pinggir jalan; (2) parkir paralel ATAU three point turn alias mutar balik namun maksimal dengan 3 kali perpindahan (yang ini salah satunya saja). Ketika itu, saya diminta untuk kerb side aliasi parkir di pinggir jalan, dan three point turn di jalan yang cukup sempit, walaupun tidak terlalu sempit. Alhamdulillaah.
  9. Setelah ujian mengemudi selesai, dan saya dinyatakan lulus, lalu saya difoto ulang di kantor RTA tersebut, membayar uang test mengemudi sebanyak $48 dan uang full driver license sebanyak $157 yang berlaku selama 5 tahun, lalu keluarlah “NSW Full License” saya. Yay!!!! Senangnya. FYI, Australia driver license di sini dipakai sebagai proof of identity. Kalau kita di Indonesia punya KTP, kalau di sini, mereka cukup pakai driver license sebagai kartu untuk segala guna.

Demikian sekilas info. Moga2 berguna ya… Untuk informasi detail mengenai ini bisa dirujuk ke websitenya RTA di link berikut ini.

Cheers,
~MAIRIZA~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: