Naik Bus di Sydney, Nagih Lo!


Sydney buses
Picture by sydneybuses.info

Sydney buses
Picture by sydneybuses.info

“Ternyata enak juga ya kemana2 pakai bus”, begitu pikir saya setelah hampir seminggu terakhir menggunakan alat transportasi ini untuk mengantar jemput Rere ke sekolah. **Helllo!!!! Kemana aja neng?** Awalnya, ketika mobil kami masuk bengkel reparasi mobil akibat kelalaian saya yang menabrak dinding rumah sendiri, saya sedikit uring2an membayangkan setiap pagi harus berangkat lebih pagi, berjalan kaki lebih jauh, dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk membayar tiket bus antar jemput Rere ke sekolah: 4 kali perjalanan saya dan 2 kali perjalanan Rere untuk setiap harinya. **Maklum, kalau pakai mobil sendiri, kan sayanya tinggal makai aja. Bensinnya diisiin suami. Pajaknya dibayarin suami. Asuransinya juga dari suami. Namanya juga disupport suami. Hehehe… Jadi isi dompet aman damai sentosa ;)  Sekarang? Berhubung school pass nya Rere untuk naik bus sudah expired dan pass yang baru belum ready, jadilah setiap pagi saya ada pengeluaran ekstra, mesti bayar tiket bus, untuk saya, dan untuk Rere. Bokek deh…….h.**

Tapi ternyata? Uring2an nya tidak bertahan lama sodara2.

1. Dengan tiket Travel Ten saya yang valid digunakan untuk 10 kali perjalanan, saya bisa irit 20% dari harga tiket normal. Ditambah lagi dengan jarak sekolah Rere yang cukup dekat dengan rumah kami, harga tiket busnya pun murah banget. FYI, saya cuma perlu merogoh $1.68 setiap kali naik bus, dan $1 untuk Rere. Senangnya…. Udah gitu, supir bus di Sydney baik2. Mostly ketika saya mau beli tiket untuk Rere, dan supirnya memandangi Rere yang imut2 lucu berseragam sekolah, supirnya langsung bilang “No, she is fine”, yang maksudnya “Kamu nggak perlu beli tiketlah untuk dia”. Wah…. Thank you so much deh…. **Sebenarnya ada fasilitas bus sekolah di sini, gratis tidak perlu bayar, dan rutenya memang lewat sekolah Rere. Tapi policynya, orang tua/pengantar tidak boleh ikut naik di bus nya. Hanya anaknya saja yang boleh naik. Untuk anak umur 8 tahun seperti Rere, mana berani saya lepas sendiri. Jadilah saya batal menggunakan fasilitas ini**

2. Trus, dengan naik bus yang sudah jelas dan tertentu jadwalnya, jadilah saya dan Rere tidak bisa lagi berangkat 10 menit atau bahkan 5 menit sebelum jam masuk sekolah :D 😀. **Boro2 ikut halaqoh di sekolahnya.** Harus at least 40 menit sebelumnya. Karena ada waktu untuk berjalan kaki, menunggu lampu hijau penyebrang jalan, dan menunggu busnya paling tidak 5 menit sebelum jadwal busnya datang. Alhasil, jadilah Rere datang paling awal, selalu bisa ikut halaqoh, dan sayanya juga tidak perlu buru2 dan sedikit mengebut dalam menyetir **Ooops… Ketahuan deh** Plus, busnya yang lega, bersih ber-AC dengan kursinya yang empuk, bebas bau2an dan tidak kebut2an, membuat saya merasa sangat nyaman berada di dalamnya. Ditambah lagi ketika melihat wajah saya dan Rere  yang muncul di layar TVnya. Wah, narsisnya langsung kumat deh. “Serasa artis euy. Masuk TV gitu…..”. **Hihihi… Norak deh lu… Itu ada kameranya tauk!!!!**

3. Dan yang paling penting, berjalan kaki di pagi hari bukankah sesuatu yang sehat untuk dilakukan? Terutama untuk ibu2 yang sedang “berniat” diet seperti saya? **Hehehe…. Membela diri**

Jadi pembaca, pesan moralnya adalah, “selalu ada blessing in disguise dalam setiap kesempitan”. Manyun di awal tidak apa2. Tersenyum di akhir, itulah dia nikmatnya. **Yang ini bukan ngeles loh**  ;) 😉

Cheers,
~MAIRIZA~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: