Berkendara di Sydney

Sebagai metropolitan dan pusat bisnisnya Australia, jangan dibayangkan Sydney dan jalanannya akan crowded dan macet seperti Jakarta. Menyetir di Sydney dan kota2 lainnya di Australia menurut saya jauh lebih aman dan nyaman  karena jalanannya yang tertib dan rulenya yang jelas. Walau demikian, mungkin di awal2 kedatangan ke Sydney, kita2, termasuk saya, yang katanya sudah jago dan terbukti survive berkendara di Jakarta yang crowded dan nyaris berlaku hukum rimba, akan sedikit deg2an nervous karena kekhawatiran akan ketidaktahuan dan njelimetnya rule2 yang ada. Nah, berikut saya tuliskan beberapa aturan paling dasar dan penting untuk berkendara di Sydney yang mungkin agak berbeda atau tidak ada di Indonesia:

  • Roundabout
    Di Sydney dan kota2 Australia, kita akan sering sekali dipertemukan dengan roundabouts. Mulai dari yang kecil hingga yang besar. Nah, ketika hendak melewati roundabout, kita harus sedikit memperlambat laju kendaraan sambil melihat ke sisi kanan kita. Aturannya: ketika melewati roundabout, kendaraan yang di sisi kanan kita harus diberi jalan terlebih dahulu. Bila sudah tidak ada kendaraan di sisi kanan kita yang akan melewati roundabout tersebut, barulah giliran kita selanjutnya.
  • Parkir di intersection
    Parkirlah minimal 10 meter dari persimpangan jalan. Karena bila tidak, ada kemungkinan surat cinta berupa denda akan dikirimkan ke rumah Anda.
  • Parkir paralel
    Pastikan jarak mobil kita dengan mobil lain di belakang dan di depan mobil kita minimal 1 meter masing2nya. Dan juga jangan pernah parkir di tempat2 yang dilarang untuk parkir, misalnya di depan driveway orang, di tempat perbenhentian bus, dan di tempat2 yang memang dipasang rambu2 dilarang parkir. Bila tidak ingin mobil kita ditow dan mendapat surat cinta lagi, cek dan ricek lah tempat parkirnya untuk memastikan bahwa mobil kita aman di sana. Di Sydney banyak sekali tempat2 parkir gratis, walau beberapa bayar dan terbatas waktu parkirnya.
  • Speed limit
    Jalanan di Sydney umumnya memiliki speed limit tertentu. Tanda speed limit ini bisa dilihat di sisi kiri atau kanan jalan, yaitu berupa rambu2 angka yang tertulis besar, seperti rambu2 “60” misalnya yang berarti speed limitnya 60 km per jam. Pastikan kendaraan kita melaju tidak melewati speed limit yang telah ditentukan.
    Bila tidak ada rambu2 speed limit terlihat di daerah tersebut, yang saya tahu by defaultnya adalah 50 km per jam. Dan ketika melewati kawasan persekolahan (School Zone), di jam2 tertentu speed limitnya akan berubah menjadi 40 km per jam. Walaupun di jalan tersebut speed limit nya adalah 60 km/h, tapi ketika school zone nya berlaku, kita wajib memelankan laju kendaraan menjadi 40 km/h. Rambu2 dan waktu school zone ini jelas banget kok terlihat. Jadi tidak usah khawatir dimana dan bagaimananya. Yang paling gampang, lihat saja kendaraan di depan kita. Bila mereka yang tadinya kencang, trus tahu2 mereka berjalan pelan2 beriringan (dan biasanya tanda school zone dengan gampang akan terlihat), nah berarti school zone sedang berlaku saat itu. Jangan pikir dua kali untuk melambatkan laju kendaraan menjadi 40 km/h ketika melewati area tersebut.
  • Dahulukan bus
    Ketika bus di sebelah kita telah menyalakan lampu sen nya, maka kita harus mengalah memberikan jalan untuk bus tersebut.
  • Ambulance dan mobil Polisi yang sedang bersirine (benar nggak ya tulisannya?)
    Apapun kondisinya, kita harus memberikan jalan untuk mobil ambulance dan mobil polisi yang sedang menyalakan sirinenya. Begitu mendengar dan melihat mobil2 ini di belakang mobil kita, maka kita harus segera menyingkir berpindah jalur ke kiri untuk memberikan mereka jalan. Tidak jarang, orang2 berhenti sejenak di sisi kiri jalan sampai mobil2 tersebut lewat.

Berikut saya tuliskan juga beberapa tips dan kebiasaan baik berkendara yang sebaiknya dipraktekkan, at least selama di Australia:

  • Sabar
    Pengendara di Sydney dan kota2 Australia lainnya umumnya sabar2 dan tertib. Ketika kita sudah menyalakan lampu sen hendak pindah line, kendaraan2 di line sebelah tidak ragu2 untuk memelankan laju kendaraannya memberikan jalan agar kita bisa masuk ke line yang dituju. Sedapat mungkin hindari menggunakan klakson karena orang2 sini berprinsip “lebih baik menunggu dan bersabar daripada mendengar suara klakson yang memekakkan telinga”. Tapi kalau kepepet, ya nggak apa2 juga sih, tapi sebaiknya dihindari.
  • Berhenti di lampu merah
    Kalau sedang berhenti karena lampu merah dan kebetulan kendaraan kita adalah yang paling depan, maka ketika lampu merah berganti hijau, jangan buru2 tancap gas dalam2. Pertama2 yang harus dilakukan adalah “menengok” kiri dan kanan traffic di depan kita. Bila terlihat kosong dan aman, barulah tancap gas pelan2. Dulunya saya tidak paham apa gunanya aturan ini. Tapi setelah melihat sendiri rekaman tabrakan mengerikan antara  taksi dan ferrari yang terjadi di Singapura pada pertengahan tahun 2012 ini, saya sangat menyarankan untuk tidak melewatkan aksi “tengok kanan tengok kiri” ini.
  • Pindah line
    Ketika sedang enak2 berkendara dan sepertinya kita perlu pindah jalur either ke kiri atau ke kanan, pastikan untuk menengok ke kiri (atau ke kanan bila ingin pindah jalur ke sisi kanan kita) setelah menyalakan lampu sen untuk pindah jalur. Nengok lewat spion saja tidak cukup karena spion tidak bisa mendeteksi kendaraan lain yang ada di “blind spot” kita.

Informasi lengkap mengenai aturan berkendara di negara bagian New South Wales dapat dilihat di link berikut ini. Bukunya dapat didownload gratis untuk dipelajari. Dan aturan2 ini juga umumnya berlaku sama di negara2 bagian Australia yang lainnya, walau mungkin ada beberapa aturan khusus yang lebih spesifik yang mungkin hanya berlaku untuk negara bagian tersebut.

So, udah nggak deg2an lagi kan nyetir di Sydney?

Cheers,
~MAIRIZA~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: