Kunjungan Dokter Kedua

Setelah itu? Nah, sesuai pesan dokter saya di kunjungan perdana dulu, setelah tes darah, saya perlu balik ke dokter tersebut untuk mendiskusikan hasilnya dan mendapatkan treatment selanjutnya. So, karena test darah biasanya memerlukan waktu 3 hari mulai dari ambil darah hingga hasilnya diterima oleh dokter. Jadi saya ambil darah hari Sabtu, mestinya hari Rabu hasilnya sudah diterima oleh dokter saya (hari Minggu tidak dihitung). Berhubung kesibukan yang lain, hari Jumatlah saya baru kembali lagi ke dokter. Hasilnya? Ternyata semuanya bagus, kecuali saya agak kurang darah. Nah, dokter saya kemudian memberikan catatan nama vitamin zat besi yang bisa saya peroleh di Chemist mana saja. Karena ini bukan obat yang diresepkan, jadi vitamin ini bisa dibeli bebas tanpa resep dokter. Saya diminta minum vitamin ini sebutir sehari. Selain itu, sebagai asupan kehamilan, saya juga diminta mengkonsumsi asam folat. Dan sesuai rekomendasi teman2 di sini, suplement asam folat yang halal untuk muslimah seperti saya adalah yang bermerk “Fabfol”. Dan sama dengan vitamin zat besi, saya mengkonsumsinya juga satu butir sehari. Biasanya fabfol di pagi hari setelah breakfast, dan suplemen zat besi di malam hari setelah makan malam untuk menghindari mual dan muntah hebat yang disebabkan oleh komplikasi morning sickness dan efek dari vitamin zat besi ini. Kedua suplemen ini perlu saya konsumsi hingga melahirkan nanti, begitu kata dokternya.

Selain itu, dikunjungan kedua ini, dokter saya juga memberikan saya kartu periksa dan monitor kehamilan. Kartu ini berwarna kuning, cukup besar dan bisa dilipat, serta di sana tertulis data2 saya beserta catatan kehamilan saya setiap kali kunjungan. Tentu saja treatment yang diberikan seperti suplemen yang dikasih ke saya juga dicatat di kartu tersebut. Selain itu, di kartu itu juga tertulis nama rumah sakit yang akan menjadi tempat saya melahirkan nantinya, beserta nama dokter saya yang sekarang.

FYI, di Sydney sini, ada 2 options yang bisa kita pilih untuk memeriksakan kehamilan hingga melahirkan:

  1. Share Care
    Share care di sini maksudnya pemeriksaan dan monitor kehamilan kita hingga melahirkan dilakukan oleh dokter (dokter umum atau dokter spesialis kandungan) dan rumah sakit. Menurut cerita teman2 yang telah sukses hamil dan melahirkan di sini, sudah ada jadwalnya di minggu ke berapa kita periksanya ke dokter dan di minggu ke berapa (biasanya kalau udah dekat2 melahirkan) kita periksanya ke rumah sakit, dan apa saja pemeriksaan yang akan dilakukan. Berhubung saya tidak mempunya private insurance, sementara kalau ke dokter spesialis kandungang tanpa private insurance saya akan dikenakan biaya kurang lebih $150 sekali kunjungan (besar banget bo!) sementara kalau ke dokter umum nggak perlu bayar apa2, dan di sini pun orang2 yang hamil yang memilih perawatan share care ini juga sudah biasa kok di handle oleh dokter umum dan rumah sakit, jadilah saya tetap memilih meneruskan perawatan dengan dokter keluarga saya. Keuntungan dari perawatan dengan share care ini: dokternya tetap, alias selalu itu2 aja. Kalau kita ke rumah sakit, yang menangani kita biasanya berbeda2. Kadang2 juga dapat bidan yang sama, tapi jarang banget sih kayaknya. Selain itu, saya sudah nyaman dengan dokter yang ini. Dokter ini adalah dokter keluarga saya semenjak saya baru datang ke Sydney sini.
  2. Full Hospital
    Kalau memilih option yang ini, artinya semua-mua pemeriksaan kehamilan (dari awal hingga melahirkan) dilakukan di rumah sakit. Setelah tes darah, dokter akan merujuk kita ke rumah sakit terdekat dengan kediaman kita. Yang menangani kita di rumah sakit biasanya adalah bidan, kecuali bila ada komplikasi/masalah selama masa kehamilan, maka bidan tersebut akan merujuk kita ke dokter spesialis yang ada di rumah sakit tersebut. Keuntungan dari jenis perawatan ini adalah kepraktisan. Karena semua2 cek dan pemeriksaan dilakukan di rumah sakit, jadi kita tidak perlu bolak-balik datang ke dokter trus ke rumah sakit atau ke lab patologi. Semua dilakukan di rumah sakit. Selain itu, peralatan terkait kehamilan lebih lengkap di sini. Karena memang bagian ini khusus untuk kehamilan. Kekurangannya ya itu, bidan yang menangani kita biasanya tidak tetap, alias suka gonta-ganti. Bidan2 ini biasanya kerja dalam bentuk shift, jadi kecil kemungkinan bisa dapat bidan yang sama. Selain itu, konsultasi kehamilan dengan orang yang baru menurut saya rasanya juga kurang nyaman. Kalau dengan dokter yang telah biasa menangani saya, saya bisa terbuka menanyakan apa saja. Sudah nyaman dan cocok. Tapi bagaimanapun, masing2 ada kelebihan dan kekurangannya. Tinggal pilih yang mana yang kayaknya nyaman dan cocok untuk kita, trus jalani saja.

Selanjutnya?
Setelah saya menerima kartu kuning kehamilan tersebut, dokter saya meminta saya untuk cek kehamilan rutin sebulan sekali. Jadi setiap 4 minggu sekali saya harus kembali lagi ke dokter saya untuk memeriksakan kehamilan. Mudah2an di kunjungan berikutnya, saya akan diminta melakukan USG, sehingga saya bisa mengintip janin yang ada di perut saya. Selain itu, saya juga diminta menghubungi rumah sakit yang tercantum di kartu itu untuk “booking” (maksudnya booking spot melahirkan). Biasanya booking ini bisa dilakukan mulai minggu ke-12 kehamilan. Tapi tidak ada salahnya begitu dapat kartu kuning ini, besoknya langsung hubungi rumah sakit yang tertera. Biasanya pihak rumah sakit akan menanyakan beberapa informasi dasar kehamilan kita untuk mengidentifikasi apakah kehamilan kita beresiko tinggi atau rendah. Bila rendah (misal: usia di bawah 32 tahun, tidak ada riwayat komplikasi, dll), pihak rumah sakit akan meminta kita menghubungi mereka lagi untuk proses booking ini di minggu ke-12 kehamilan.

Catatan: berbeda dengan kehamilan pertama saya waktu di Jakarta dulu, yang mulai dari pertama kali kunjungan dokter, dokter saya sudah melakukan USG, kalau di Sydney sini, kita dijadwal untuk melakukan USG. Dan setiap jadwal punya tujuan/daftar yang perlu diperiksa melalui USG ini. Selain itu, untuk ibu hamil yang berusia di atas 35 tahun, akan diminta melakukan pemeriksaan down syndrome untuk janinnya. Sementara yang kurang dari 35 tahun, disarankan untuk itu. Dan pemeriksaan ini pun juga sudah ada jadwalnya di dokter/bidan kita. Jadi nggak perlu khawatir, ikuti saja prosesnya.

Cheers,
~MAIRIZA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: