Tips Sebelum ke Sydney

Untuk para pelajar yang hendak datang ke Sydney dan sedang mempersiapkan segala sesuatunya termasuk akomodasi, mudah2an tulisan berikut ini bisa bermanfaat. Beberapa tips yang bisa saya berikan sebagai pelajar dari Indonesia yang “dulu” juga baru pertama kali menginjakkan kaki di Sydney adalah:

1. Sebelum berangkat, ada baiknya bergabung dengan beberapa milis mahasiswa Indonesia di Sydney. Diantaranya:
– Milis pengajian mahasiswa USyd dan UTS di:
usyd-pengajian@yahoogroups.com;
– Milis pengajian mahasiswa UNSW di:
kpii-australia@yahoogroups.com;

2. Di awal kedatangan, saya sarankan ambil akomodasi sementara saja. Bisa kos2an 1 atau 2 bulan, atau sewa satu kamar saja di backpacker hostel atau rumah2 orang Indonesia yang ada di sini, tentunya sambil mencari akomodasi permanent yang pas di hati.

3. Bila bermaksud membawa keluarga, ada baiknya si pelajar tersebut datang terlebih dahulu mempersiapkan segalanya (termasuk akomodasi permanent), untuk kemudian keluarga dapat menyusul ketika persiapan telah memadai.

Cheers,
~MAIRIZA

6 responses to this post.

  1. Posted by dwi on January 29, 2013 at 8:16 am

    dear mb mairiza,
    salam kenal,
    saya berencana studi di sidney dengan membawa 2 anak usia pra tk dan sd tanpa pendamping, dengan beasiswa aus$ 2000 apakah bisa survive di sidney? kira-kira apa saja yang harus saya persiapkan berkaitan dengan membawa anak2 tersebut?

    terima kasih
    dwi

    Reply

    • Posted by mairiza on January 29, 2013 at 9:40 am

      Halo mbak Dwi,
      Apakah beasiswanya $2000 per bulan, atau per 2 minggu atau per minggu? Lalu beasiswanya darimana? Apakah dari pemerintah Australia?
      Sebagai bahan pertimbangan:

      1. Kalau menurut saya, cukup atau tidaknya tergantung dari standar hidup kita kok. Kalau umpama $2000 per 2 minggu, saya rasa cukup. Apalagi kalau per minggu. Tapi, bila $2000 per bulan, saya rasa juga masih bisa dicukup2kan. Caranya misalnya: dengan share tempat tinggal dengan student lain (share accommodation), dll.
      Untuk info mengenai biaya hidup di sini, mbak Dwi bisa baca di tulisan ini:
      http://madeandi.com/2012/05/10/dengan-beasiswa-ads-bisa-nabung-nggak/

      2. Siapakah pemberi beasiswa? FYI: untuk international student yang mendapatkan beasiswa bukan dari pemerintah Australia (contoh beasiswa dari Australia: AUSAID, ALA, beasiswa univ Australia, dll), mereka tidak berhak mendapatkan concenssion/potongan/harga2 diskon khusus mahasiswa (misalnya: untuk transportasi, childcare, dll). Tapi, bagaimanapun pemerintah Australia cukup baik dan pengertian. Bila memang sangat diperlukan, bisa saja coba request ke universitas tempat mbak Dwi bersekolah atau department of education untuk bisa diconsider berhak mendapatkan concession card ini.

      3. Apakah jenjang degree yang diambil? Bila master by research atau PhD, anak2 mbak Dwi tidak perlu membayar tuition fee di sekolahnya, alias gratis. Tapi bila bukan by research (misalnya master by coursework), diharuskan membayar tuition fee sekolah anak kurang lebih $4500 per tahun.

      4. Untuk anak mbak Dwi yang pra-TK, dengan kondisi mbak Dwi datang sendiri tanpa pendamping, mungkin perlu juga dipikirkan bagaimana dan siapakah yang nanti akan menjaganya? Apakah mau dimasukkan pre-school atau childcare (yang tentunya bayar) selama mbak Dwi bersekolah?

      Reply

  2. Posted by dwi on February 7, 2013 at 4:45 am

    saya akan berangkat dengan beasiswa ADS mbak🙂 dan berdasarkan informasi yang saya dapat dari berbagai web biaya sewa rumah maupun childcare di sidney sangat mahal, dengan pengalaman mbak sendiri kira-kira strategi apa yang harus saya lakukan untuk bisa membawa anak-anak dengan kondisi keuangan yang terbatas tersebut. Misalnya apakah saya harus lebih memilih UNSW daripada Usyd (saya belum tahu area mana yang biaya sewa rumahnya lebih murah :-)…

    Reply

    • Posted by mairiza on February 7, 2013 at 10:43 pm

      Beberapa tips untuk mengirit:
      1. sharing flat dengan orang lain/student lain. Sehingga bila sewa 1 unit per minggu adalah: $350, maka bila di share dengan teman lain mbak Dwi cuma perlu bayar separohnya.
      2. Cari akomodasi yang tidak terlalu dekat dengan kampus (tetap perlu hitung cost tambahan juga karena akan ada pengeluaran tambahan untuk travel, e.g. naik bus/train, dll). Biasanya akomodasi yang dekat kampus luar biasa mahal. FYI, sbg penerima beasiswa ADS, berarti mbak Dwi bisa dapat travel concession (diskon 50% untuk travel cost).
      3. Untuk childcare saya sendiri nggak punya pengalaman, karena belum pernah menggunakan fasilitas ini. Tapi setahu saya, sbg penerima ADS mbak Dwi bisa apply untuk concession juga biaya childcare anaknya. Saran saya, ada baiknya mbak Dwi bergabung dengan milis ADS/ex-ADS; milis mahasiswa Indo USyd/UNSW; dll. Di sana mungkin ada member milis lain yang bisa bantu memberikan info.

      Semoga membantu ya.

      Reply

  3. dear mbak mairiza… salam kenal… saya dulu pernah tinggal di sydney kira2 5 tahun dan kembali ke indonesi ath 2007 ternyata banyak banget perubahan sydney ya? saya dengar dari teman biaya hidup makin lama makin tinggi dan rencananya saya mau balik lagi ke sana insya allah kalau nggak berhalangan th ini bln okt-nov. rencannaya saya mau bawa anak saya kls 5sd di indonesia tuk sekolah disana apakah perlu atau tidak ya anak saya dititipkan di childcare menginggat usianya sekarang 11 tahun? apakah dia mesti turun kls dulu dan les bahasa inggris saat masuk sekolah di sana oh ya bagaimana cara daftar masuk publik school apa benar mesti 3 bulan sebelumnya sebelum tahun ajaran baru? apa benar kalau anak lahir disana akan diberikan pembayaran sekolah murah? kalau mau sewa rmh disana apa mesti kerja dulu ya? makasih infonya ya…

    Reply

    • Posted by mairiza on June 18, 2014 at 5:49 pm

      Wah, pertanyaannya banyak juga ya. Saya coba jawab satu2 sesuai yang saya tahu ya?
      Iya, banyak banget perubahan dengan Sydney. Biaya hidup betul sekarang makin mahal.
      Kalau kelas 5SD, saya rasa nggak perlu di childcare. Kan dia akan bersekolah nantinya. Jam sekolah di sini mulai jam 9 sampai jam 3 sore.
      Kalau turun kelas atau tidak, saya juga nggak tahu jawabannya. Nanti sekolah si anak yang akan memberi advice gmn baiknya. Ada anak teman saya dulu nggak perlu turun kelas waktu bersekolah di sini. Tapi ada juga anak teman yang lain yang harus turun kelas. Mungkin tergantung pada kesiapan & kondisi anaknya juga.
      Kalo les bahasa Inggris dulu, saya rasa nggak perlu. Anak2 cepat kok belajar bahasanya.
      Cara daftar masuk public school untuk international student, terus terang saya kurang tau detailnya gimana. Karena belum pernah punya pengalaman dan belum sempat baca2 infonya. Coba mbak google, saya rasa ada panduannya disediakan oleh department of education Australia.
      Saya juga kurang tahu tuh kalau ada policy seperti yang mbak sebutkan (apa benar kalau anak lahir disana akan diberikan pembayaran sekolah murah? ). Yang saya tahu, kalau si anak permanent resident, baru deh sekolahnya gratis. Atau ortunya sekolah PhD (internation student).
      Teman saya banyak yang cuma student (ngandelin beasiswa doang) bisa sewa rumah di sini. Yang penting ada income (beasiswa misalnya, atau kerja) dan bisa menunjukkan bahwa kita mampu membayar sewanya.

      Mudah2an membantu ya.

      Salam,
      Dewi

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: